Kalau Cinta Kenapa Sich Harus Ribut?

|

Hal paling menyebalkan ketika menjalani hubungan percintaan adalah munculnya benturan egiosme yang buntutnya berakhir pada keributan dan kekesalan. Duhhh kenapa sich, kalau memang hubungan itu dibangun dengan landasan cinta kenapa harus ada ribut2 segala? Mungkin cinta juga perlu didefinisikan ulang. Hubungan yang dibangun dengan dasar percintaan mungkin bisa didefinisikan sebagai suatu upaya dari sepasang manusia (normaly sich yang memiliki jenis kelamin opposite, he3.. tapi jaman kayak gini makin populer aja tuh yang sejenis) yang dirasa memiliki visi dan kecocokan yang hampir sama untuk mau bersama2 mengambil komitmen mempertemukan aspek egoisme dari masing2 individu dan melangsungkan suatu proses tawar-menawar seputar aspek2 egoisme mana saja yang harus mengalah terhadap aspek egoisme pasangannya. Dan aku rasa proses tawar-menawar ini pun akan terus berlangsung walau kedua pasangan sudah memasuki suatu jenjang bernama pernikahan. Suatu proses tiada henti yang memang harus dilalui dan dijalani setiap pasangan manusia yang mencoba menjajaki suatu hubungan percintaan. Fuiihh.. benar2 suatu proses yang menguras energi.

3 comments:

Furede Riko said...

Yang namanya cinta itu berjalan kalo ada dua kubu yang berlawanan Boed... hehehehe
Maksudnya, kalo ada gesekan justru semakin maju. Konsep ini kan yang diterapkan di dunia, kalo roda tidak bergesek dengan tanah, mana mgkn sebuah kendaraan bisa berjalan tul?
Untuk maju ke depan harus ada gesekan, dan semakin banyak gesekan akhirnya jadi semakin mulus dan lancar... Sip?
Semangat!!!

Boedy said...

Ha3.. iya Fred, jadi inget fisika mekanika tentang gaya gesek :p

Anonymous said...

hmm ... imajinasi yang bagus.
kalo cinta ga ribut, bukan cinta namanya? tapi ... bisu.
i like the furede riko said.^^
hidup itu aliran ........