Presentasi Tugas / Proyek Akhir Perkuliahan

|

Minggu terakhir perkuliahan seharusnya menjadi minggu yang paling menyenangkan baik bagi dosen maupun bagi mahasiswa karena dalam minggu tersebut biasa digunakan sebagai sesi presentasi tugas / proyek akhir perkuliahan. Dalam sesi presentasi ini harapannya seorang atau sekelompok mahasiswa dapat mempresentasikan hasil dan effort terbaiknya setelah mengikuti suatu topik perkuliahan selama satu semester. Bagi dosen, sesi presentasi ini tentunya akan menjadi moment penuh senyum karena di sini seorang dosen dapat menyaksikan bahwa setiap materi yang sudah disampaikan selama satu semester ini telah dapat diserap dan diimplementasikan dengan baik oleh setiap mahasiswanya. Seorang mahasiswa dengan penuh senyum puas dan bangga akan mempresentasikan tugas / proyek akhirnya. Mereka layak untuk berbangga dan puas karena memang telah berhasil menyelesaikan tugas / proyek akhir yang diberikan sebagai wujud pembuktian pada dirinya sendiri (dan tentu saja pada teman-temannya) bahwa dia telah berhasil dalam memahami dan mengimplementasikan setiap point-point penting yang disampaikan dalam suatu perkuliahan.

Tetapi nampaknya pandangan tersebut merupakan suatu pendangan yang terlalu naif. Terlalu idealis. Too Good To Be True.
Ternyata realita yang muncul tidak seperti kondisi ideal yang diharapkan :(

Moment sakral tersebut harus tercoreng dan ternoda dengan menjamurnya aksi plagiatisme. Semboyan "Gak Usah Mikir" yang diboyong oleh salah satu penyedia jasa GSM di Indoensia ini nampaknya telah merasuk dalam jiwa setiap mahasiswa jaman sekarang. Dalih-dalih seperti "sebagian memang dibantu teman pak", "sebagaian kodenya saya copy paste dari Internet pak", dan berbagai dalih lainnya pun bermunculan ketika seorang mahasiswa mulai memasuki sesi tanya jawab dan terjebak dalam "blank zone". Dalih-dalih irasional semacam itu pun akhirnya semakin mengotori moment sakral ini :(

Sedih memang, moment yang seharusnya diwarnai senyum puas penuh rasa bangga tetapi justru harus diisi dengan kekecewaan.

3 comments:

Mujtahid Abdulhaq said...

Memang mahasiswa mah seperti itu pak, Cari cara termudah untuk mendapatkan nilai tertinggi...

Furede Riko said...

Memang yang perlu jadi acuan perhatian lain adalah, hal seperti ini memang sudah mendarah daging dan diturunkan dari satu generasi mahasiswa ke generasi berikutnya.

Budaya "copas" alias Copy Paste memang sudah sangat melekat di benak mahasiswa di Univ kita, dan di Indonesia umumnya. Mgkn karena mahasiswa kita tidak terbiasa dengan kultur bertanggung jawab dan self-exploration seperti di negara2 adidaya...

Hmm... ini jadi satu hal yang perlu didoakan bersama, karena dampaknya akan berlanjut terus sampai di dunia kerja! ^^

ajeng s. tanjung said...

sebenernya bukan budaya juga pak.. terbiasa dengan kemudahan-kemudahan..

tapi kalo kebiasaan itu bisa dirubah kok pak.. tentunya dimulai dari diri sendiri..