Bak Kisah Laskar Pelangi

|

Minggu ini merupakan minggu terakhir kami belajar Bahasa Jerman di Goethe Institut. Selama satu semester ini kami telah menempuh tingkat A1 dan A2 dengan seabrek gramatik dan kosa kata baru yang kami pelajari. Dari pertemuan pertama di mana kami hanya bisa bengong ketika pengajar kami mulai berbicara dalam Bahasa Jerman sampai akhirnya kami pun bisa menulis sebuah surat sederhana dan sedikit melakukan percakapan dalam Bahasa Jerman. Wah benar-benar signifikan sekali peningkatan kemampuan kami :)

Akhir semester ini mengandung dua arti. Pertama berarti kami telah menyelesaikan leval A1 dan A2. Kedua berarti kami akan melakukan pendaftaran ulang untuk melanjutkan ke leval B1.1 dan B1.2.
Beberapa hari menjelang hari pendaftaran, Pak Bambang sempat masuk ke kelas kami dan mendistribusikan sebuah surat edaran yang intinya berbunyi, kelas hanya akan dibuka dengan jumlah minimal peserta 15 orang. Fünfzehnt Personen? Mein Got!!! Wir sind nur sieben Personen. Kabar ini benar-benar menjadikan kami shock. Dari kelas kami, berdasarkan hasil pendataan sementara, hanya ada sekitar 7 orang saja yang berniat melanjutkan. Ketujuh orang tersebut adalah aku, Rhama, Bayu, Nunu, Devis, Ina, dan Hakim. Pada hari pendaftaran pun kami terpaksa menghadap Pak Bambang. Beliau dan staff sekretariat menanyakan perihal teman-teman kami yang lain. Rina dan Suci jelas tidak melanjutkan lagi karena memang mereka saat ini sudah berada di Jerman sebagai asisten riset. Sharon dan Sahat pun tidak akan melanjutkan karena meraka berdua akan segera berangkat ke Jerman. Ibrahim dan Gilang juga tidak akan melanjutan karena orientasi mereka ke Jerman untuk bekerja dan bukan untuk studi, maka cukuplah sampai di tingkat A2 saja. Nanda memutuskan untuk fokus pada persiapan UAN. Anna sedang kerepotan dalam membagi waktu dengan pekerjaannya sebagai Dosen di ITB. Sedangkan Daniel belum ada kabar. Wahhh gawatt!!!!

Setelah tawar-menawar dengan Pak Bambang, maka akhirnya disepakati bahwa kelas akan berjalan dengan minimal 10 peserta. Tetapi jumlah kami saat ini baru 7 orang. Mulai muncul wajah-wajah cemas dan setengah kecewa di antara kami yang memang sudah bertekad untuk mengejar impian kami untuk studi di Jerman. "Bagaimana dengan nasib kita ini?", demikian kira-kira pertanyaan yang muncul dalam perbincangan kami.

Tetapi syukurlah, keesokan harinya kami mendapatkan kabar dari Pak Bambang bahwa ada beberapa siswa baru yang mendaftar untuk kelas B1.1 di periode berikutnya. Wahh.. senang sekali rasanya. Benar-benar bak kisah Laskar Pelangi saja ya :) Kami terselamatkan juga dan semangat untuk menggapai mimpi kami pun kembali timbul dan berkobar.
Wir wollen in Deutschland studieren :) Da ist unsere Traum. Dafür unsere Kampf. Zusammen lernen Wir Deutch am Goethe Institut.

2 comments:

Furede Riko said...

Kasusnya sama dengan waktu aku di kursusan Inggris dulu Boed...
Harus memenuhi kuota dulu, plus jadwalnya semakin mengherankan (tambah malem terus) akhirnya terpaksa aku lepas deh... cm 2 level doang ^^ Hehehehe

Semangat!!!!

devis said...

wakakaka....iya juga ya...mirip2 kisah laskar pelangi(soalnya kita juga punya "lintang" aka "Jeni" hehe).

dan mari berdoa semoga dua anak baru nanti cakep2 hehe.