Getting Started with Cake PHP

|

Menjelang liburan akhir tahun aku mengagendakan untuk mempelajari hal baru. Pilihanku kali ini jatuh pada Cake PHP. Cake PHP Framework merupakan salah satu framework PHP yang cukup banyak digunakan saat ini. Cake menerapkan konsep MVC - Model View Controller dengan sangat rapi sekali. He3.. sekalian mendalami konsep MVC ku yang masih semerawut nich :p
Langkah pertama yang baru aku lakukan adalah instalasi. He3.. ternyata proses instalasinya tidak rumit dan bisa dibilang sangat mudah sekali. Berikut ini adalah tahapan-tahapannya:

1. Sediakan web server yang mendukung PHP dan juga sebuah database server.
Dalam hal ini aku menggunakan Apache sebagai web server dan MySQL sebagai database server. Kalau memang ingin lebih praktis bisa menggunakan XAMPP atau LAMPP yang sudah membundle Apache, PHP, dan MySQL menjadi satu paket :)

2. Extract source Cake PHP.
Source Cake PHP bisa didownload dari http://cakephp.org. Dan Cake PHP merupakan framework PHP yang bersifat Open Source dan Free License. Artinya selain kita bisa mempelajari source code nya, kita juga bisa menggunakan Cake PHP untuk keperluan web application development tanpa harus membayar untuk license nya :) Source yang disediakan biasanya berupa file archive yang harus kita extract.Extract lah source Cake PHP pada root directory dari web server kita, lalu cobalah melakukan akses melalui browser melalui URL http://localhost/directory_cake/

3. Load module rewrite_module
Langkah berikutnya adalah me load salah satu module penting, yaitu rewrite_module. Caranya sederhana saja, kita cukup melakukan editing sederhana pada file httpd.conf dari Apache web server dengan menggunakan text editor sederhana seperti notepad atau vi. Untuk melakukan load module, hapuslah tanda # (tanda pagar) pada baris module yang ingin kita load. Dalam hal ini adalah: LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so. Setelah itu lakukan restart terhadap Apache web server dan akseslah kembali halaman utama dari Cake PHP melalui URL http://localhost/directory_cake/ dan lihatlah perbedaannya :) Sekarang halaman ini jadi nampak lebih colorfull dan setiap funsionalitasnya sudah siap digunakan :)

4. Melakukan cuztomisation pada Security Hashing Code
Langkah selanjutnya adalah melakukan customisasi pada hashing code. Secara default Cake PHP sudah memberikan default hashing code, tetapi sangat disarankan agar setiap developer tidak menggunakan default hashing code untuk alasan keamanan. Langkah yang perlu dilakukan juga sangat mudah, kita tinggal melakukan editing sederhana pada file core.php yang terletak pada directory /app/config/core.php dengan melakukan pengubahan pada baris
Configure::write('Security.salt', 'BOEDY3b0qyJfIxfs2guVoUubWwvniR2G0FgaBIOS');

5. Mempersiapkan Database
Tahapan berikutnya kita akan membuat sebuah database pada database server kita. Misalkan saja untuk kasus ini saya membuat sebuah database dengan nama universitas. Untuk mempermudah, proses pembuatan database bisa dilakukan dengan menggunakan PHP MyAdmin atau database tools lainnya. Tetapi bagi Anda yang memang lebih senang bekerja dengan console (seperti saya), Anda dapat juga membuatnya lewat command line interface (CLI) :D

6. Mengubungkan Database dengan Cake PHP
Langkah terakhir adalah menghubungkan Cake PHP framework dengan database yang baru saja dibuat. Langkahnya sangat sederhana sekali, kita hanya perlu melakukan rename atau penggantian nama file dari database.php.default menjadi database.php. File tersebut terletak di directory /app/config/database.php.default. Selanjutnya lakukan pengeditan sederhana pada class DATABASE_CONFIG (pada bagian akhir file dari database.php) agar Cake PHP dapat melakukan koneksi pada database yang sudah dibuat. Sesuaikan parameter $default dan $test dengan parameter-parameter yang dibutuhkan untuk melakukan koenksi ke dalam database yang tersedia. Driver diisi dengan database engine yang kita gunakan, host diisi dengan lokasi dari database server, username dan password diisi dengan username dan password yang dapat digunakan untuk melakukan akses ke dalam database, dan database diisi dengan nama database yang akan diakses.

Setelah keenam langkah tersebut dilakukan, maka Cake PHP sudah siap untuk digunakan :)
Bila Anda kembali melakukan akses melalui web browser ke URL http://localhost/directory_cake/, maka sudah tidak lagi didapati warning message pada tampilan utamanya :)

Tutorial seputar langkah-langkah membangung sebuat web application sederhana dengan Cake PHP akan aku susun dalam posting berikutnya.
Semoga bermanfaat.

4 comments:

Anonymous said...

bang, contoh bikin aplikasinya gimana.?

misal kita mau bikin halaman. bisa view, add, update dan delete...

thanks.

Anonymous said...

iyah! saya juga mau tahu! mohon bantuannya! ^^

sekalian mau tanya kalo settingnya gmn?

Herlia said...

ko, itu yg didownload dari cakephp.org yg mana yah?uda dicari masi ga nemu ne..

trims.

Boedy said...

Download yang stable version aja :) ada berbagai format archive. Pilih aja salah satu mau zip, tgz, atau format lainnya :)