Kelahiran dan Kematian yang Indah

|

Sabtu, 10 Maret 2007

Dua hari yang lalu aku menerima berita duka.
Papa dari salah satu teman kantorku baru saja menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya.
Berbicara tentang kematian aku jadi teringat akan salah satu konsep kehidupan yang pernah aku terima. Entah aku terima dari buku yang aku baca, entah dari seseorang yang menyampaikannya secara lisan padaku.
Konsep itu berbicara tentang kelahiran dan kematian yang indah.
Ketika kita dilahirkan, dapat dipastikan kita terlahir dalam kondisi menangis dan orang-orang disekitar kita menyambut kedatangan kita ke dunia ini dengan senyum bahagia.
Hal yang cukup aneh rasanya bila mau dicermati lebih lanjut.
Yang datang menangis, sedangkan yang menyambut malah tersenyum bahagia :)
Dan kejadian itu dipandang sebagai suatu moment yang membahagiakan dan indah dalam kehidupan seorang manusia.
Yup suatu kelahiran yang indah.
Nah alangkah baiknya bila moment yang indah ini pun terjadi di waktu kematian kita.
Kita mengakhiri masa hidup kita di dunia dengan senyum kebahagiaan dan orang-orang di sekitar kita menghantar kepergian kita dengan isak tangis.
Sama persis kondisinya ketika kita dilahirkan, ada pihak yang tersenyum bahagia dan ada pihak yang menagis. Hanya saja kali ini posisinya berbalik.
Kita pergi dengan tersenyum karena puas dengan apa yang sudah kita bangun dan kerjakan dalam hidup kita, puas dengan karya-karya yang sudah kita hasilkan dan kita tinggalkan bagi dunia. Buah-buah yang dapat dirasakan dan dinikmati oleh banyak orang.
Orang-orang di sekitar kita akan menghantar dengan isak tangis kesedihan, sedih karena harus kehilangan seseorang yang telah menjadikan hidup ini lebih baik dan bermakna. Sedih karena kehilangan seseorang yang telah menginspirasi hidup mereka, sedih karena kehilangan seseorang yang dalam hidupnya telah menjadi seorang sahabat, saudara, dan penolong serta penghibur bagi mereka.
Bukankah ini juga akan menjadikan suatu kematian itu indah dan bermakna bagi kehidupan seorang manusia?
Alangkah beruntungnya kita bila kematian yang kita jalani kelak merupakan salah satu dari kematian yang indah.
Hidup sehari lagi berarti kesempatan sehari lagi untuk menjadikan dunia ini sebagai tempat yang lebih baik. Lebih baik bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita dan generasi-generasi penerus kita.
Marilah kita yang basih diberi kesempatan untuk hidup sehari lagi untuk menjadikan dunia ini kian hari kian baik agar suatu ketika ketika kematian kita tiba, kita bisa beroleh kesemoatan untuk mengalami kematian yang indah :)

2 comments:

rea said...

kesemoatan itu apa pak?
yup,benar.kalau bisa kematian raga ini dilewati dengan waktu dan senyuman terhangat untuk mengantar raga ini ke hidup yang baru.

Boedy said...

Kesempatan maksudnya :p
He3... salah ketik