Berpikir dan Berperasaan

|

Rene Descartes pernah mengatakan bahwa kita berpikir maka kita ada.
Ungkapan semacam ini telah menjadi jiwa dari abad pencerahan.
Manusia sebagai makhluk pemikir semestinya menunjukkan eksistensi dirinya dengan berpikir.
Boedy adalah makhluk pemikir.
Setiap hari, setiap menit, setiap detik, setiap mili detik aku selalu berpikir.
Awalnya
kupikir berpikir sebagai sebuah anugerah.
Tapi akhir2 ini aku merasa ini sebagai kutuk.
Yup, kutuk yang harus aku tanggung.
Otakku terus bekerja.
Tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik, bahkan tiap mili detik.
Bahkan sewaktu tidur pun otak ini tidak pernah berhenti berputar.
Aku takut...bila nanti otakku akan berhenti bekerja.
Apa jadinya dengan semua pemikiran dan teori yang aku miliki selama ini?
Apakah akan menjadi sirna begitu saja?

ps:
Tulisan ini aku ketik di Kompienya Lis
waktu aku ketemuan ama dia di kost nya
Thanks ya Lis buat judulnya :)