Another Story from Salatiga

|

Rabu, 17 Agustus 2005

Babak 1:
Setelah mengalami pengalaman unik di Salatiga beberapa waktu yang lalu, hari ini aku
akan melakukan perjalanan kembali ke kota itu.
Seperti biasa, aku menggunakan jasa Travel untuk mencapai kota itu.
Aku memesan tiket untuk keberangkatan pukul 4 sore.
Ketika aku memesan, aku diperingatkan oleh salah seorang ticketernya,
"Jadwalnya memang jam 4 sore, tapi kayaknya mas sudah pengalaman dech.
Jadi bisa dikira2 sendiri yach jam pasti keberangkatannya".
Ha3...
Jasa travel yang aku gunakan ini memang terkenal karena keterlambatannya :p
Tapi mau gimana lagi, hanya ini travel yang memiliki rute ke Salatiga.
Setelah memperkirakan keterlambatan waktu penjemputan, aku pun baru bersiap2 berangkat ke
travel agent tersebut sekitar pukul 5 sore.
Sesampainya di sana, aku pun bertanya kira2 berapa lama lagi travelnya akan tiba.
Betapa terkejutnya aku ketika diinformasikan bahwa travel tersebut telah berangkat
setengah jam yang lalu.
Ditambah lagi aku malah kenal omelan si penjaganya.
Benar2 menjengkelkan :(
Travel agent ini memang gila.
Kalau mereka telat, pengguna jasanya yang diminta memaklumi.
Tapi kalau pengguna jasanya yang telat malah diomelin.
Benar2 menyebalkan.
Aku berharap tidak akan pernah lagi menggunakan jasa travel agent ini.
I hope so :p
Ketimbang energiku habis untuk balik memaki2 petugas tersebut, lebih baik aku salaurkan
energiku untuk mengejar bus menuju ke terminal.

Babak 2:
Sesampainya di terminal, aku bertanya2 mengenai bus apa yang bisa aku gunakan
untuk menuju ke Salatiga.
Wah ternyata tidak ada bus dari Jogja yang memiliki rute khusus ke Salatiga.
Aku harus menggunakan bus jurusan Jogja-Semarang.
Tetapi karena sudah terlalu sore, aku hanya bisa mendapati bus jurusan Jogja-Magelang.
Benar2 merepotkan awalnya.
Maklum saja, aku jarang sekali bepergian ke luar kota menggunakan bus.
Lebih sering menggunakan kereta api atau travel.
Ternyata ada uniknya juga bepergian menggunakan bus.
Aku jadi gak boleh ketiduran di bus.
He3... takut kelewatan :p
Wah seru juga sich.
Aku harus menempuh rute perjalanan dari Jogja-Muntilan-Magelang-Ambarawa-Bawen.

Babak 3:
Di terminal Bawen aku mulai kerepotan untuk mencari bus yang menuju ke arah Salatiga.
Apalagi saat itu hari sudah gelap.
Akhirnya aku putuskan untuk berjalan kaki.
Ha3... aku bener2 bego dan tidak memperhitungkan jarak dari terminal Bawen ke Salatiga :p
Sambil jalan aku mencoba mengisi perutku yang sudah mulai keroncongan dengan bekal
roti yang memang sudah aku persiapkan sebelumnya.
Gara2 jalanan yang terlalu gelap, langkahku harus terhenti karena aku terjerembab dalam
kubangan kotor berisi air hujan.
Ah benar2 sial...
Tapi mau dikata apa, namanya juga gak kelihatan :p
Kaus kaki, celana, dan sepatuku jadi basah kuyup dan kotor.
Untung saja aku membawa cadangan dalam tasku.
Di dekat kubangan tersebut ada sebuah warung kecil.
Orang2 di dalam warung tersebut hanya senyum2 kecil melihat kesialan yang baru saja
aku alami :(
Ah sudahlah, mungkin mereka memang membutuhkan hiburan, dan aku hadir sebagai penghibur :)
Ha3...
Aku pun berjalan mendekat ke arah warung tersebut dan mencoba menanyakan alternatif lain
menuju Salatiga selain berjalan kaki.
Di situ ada seorang bapak yang mengatakan bahwa ada bus yang akan melewati setiap 15 menit
yang dapat membawaku ke Salatiga.
Dia memberitahukan di mana aku dapat turun.
Bahkan beliau pun membantuku mencegat bus yang lewat.
Wah terima kasih ya Pak, sudah mau membantu :)

Babak 4:
Akhirnya aku pun sampai di Satya Wacana.
Satu2nya tempat di Salatiga yang aku kenal :p
Jam sudah menunjukkan pukul 10:30 malam.
Aku memang sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hal buruk seperti saat pertama kali
aku menginjakkan kaki di kota ini.
Kemarin aku sempat mengirimkan SMS ke temanku di Salatiga bahwa aku akan menginap di kostnya.
Tapi rupa2nya SMS ku tidak kunjung dibalas.
Aku berkeyakinan bahwa dia memang sedang berlibur di kota asalnya.
Maklum saja, saat ini khan masa libur akhir semester.
Ya sudahlah, mau dikata apa lagi.
Mungkin memang aku harus menjadi gembel lagi si kota ini :p
Langkah pertama yang harus kulakukan adalah mencari kamar mandi untuk berganti celana dan
kaos kaki yang kotor dan basah kuyup.
Setelah berganti celana dan kaos kaki, langkah berikutnya adalah mencari ruang kelas
yang tidak terkunci yang bisa aku gunakan untuk bermalam.
Jangan sampai aku mati kedinginan gara2 harus bermalam di alam terbuka.
Apalagi saat ini kondisinya sedang gerimis.
Setelah cukup lama keliling, akhirnya aku berhasil menemukan sebuah ruang kelas yang
tidak terkunci.
Wahh... betapa beruntungnya aku :)
Ruangnya lumayan hangat walau suasananya terkesan agak angker.
Maklum saja bangunannya termasuk bangunan tua jaman Belanda.
Walaupun sudah direnovasi tapi kesan kuno nya masih cukup kental.
Aku memang sangat menyukai tipe bangunan semacam ini, tapi tidak untuk di malam hari :p
Ah sudahlah, untuk apa pula aku menakutkan hal2 yang berbau mistik semacam itu.
Yang penting saat ini aku telah menemukan tempat yang tepat dan cukup nyaman untuk aku bermalam.
Aku pun langsung menyalakan lampu dan menata beberapa kursi berjajar
untuk aku jadikan tempat tidur.
Aku gunakan tasku sebagai bantal.
Cukup nyaman juga :)
Sambil menunggu datangnya kantuk, aku pun melanjutkan membaca novel klasik karya Sakai Tsuboi.

Babak 5:
Tak banyak memakan waktu setelah aku membeca beberapa lembar novel tersebut
kantuk mulai menghampiriku.
Aku pun tertidur cukup pulas.
Entah berapa lama aku tertidur, yang jelas di tengan tidurku aku dikejutkan oleh suara orang
yang membangunkanku.
Aku pun cukup terkejut dan terbangun.
Astaga, kulihat dua orang satpam membangunkanku.
Mereka pun mulai menanyai diriku.
"Mas asalnya dari mana? Terus ngapain tidur di sini?"
Langsung saja aku jawab, "Maaf Pak, saya dari Jogja"
"Saya kemalaman datang ke Salatiga"
"Karena tidak memiliki kenalan di sini dan hanya UKSW satu2 tempat yang saya kenal,
maka saya pun memutuskan untuk bermalam di sini"
Akhirnya dengan nada sedikit ketus salah seorang dari mereka menjawab
"Lain kali lapor dulu yach!!!"
Lalu aku jawab "Iya Pak, maaf ya..."
"Ya sudah tidur lagi aja, bisa tidur khan?" Sahut seorang lagi dari mereka.
"Bisa kok Pak, makasih yach", jawabku.
"Oh ya, kami bisa minta kartu identitasnya?
Besok pagi bisa Anda ambil di pos"
Akhirnya aku serahkan KTP ku.
Bikin deg2an aja sich :p
Ha3... Sebenarnya aku sempat dibuat cemas juga.
Jangan2 mereka tidak mengijinkan aku untuk bermalam di ruang kelas itu lagi.
Tapi untunglah mereka masih cukup manusiawi dan mengijinkan aku untuk tetap bermalam di sini.
Trims ya Pak :)
Setelah mereka meninggalkan ruang kelas, aku pun kembali meneruskan tidurku.

Epilog:
Wah.... benar2 pengalaman yang sangat mengesankan.
Hidup ini memang indah selama kita bisa memandangnya dari sisi yang keliru :p
Ha3...
Selalu ada "Blessing in Disguise"
Yup selalu ada "berkat yang tersembunyi" dalam setiap peristiwa yang kita alami.
Nah akhirnya kembali kepada kita masing2, maukah kita mencoba untuk mencari dan memaknainya
Atau malah membiarkannya berlalu begitu saja :)

8 comments:

anind said...

eh salut banget ama perjuangan kamu menuju salatiga, kebetulan aku orang sala3 (luar kotanya seech...) lagi cari2 info tentang sala3 lewat google, eh baca tulisan kamu. emang apa sih yg menarik buat kamu tentang sala3?

Anonymous said...

I have been looking for sites like this for a long time. Thank you! free virusprotection for you computer Philips flat panel screens florida land rover club Casket flowers q meridia

Anonymous said...

Excellent, love it! »

Anonymous said...

halo budi, waduh kacian bener sih..masak sambil jln kaki ke sala3. o, ya kalo mo ke sono lage boleh deh numpang di rumah mamaku,aku asli dari sekitar sala3,sekolah dan gede disana,cuman kerja di jkt.dijamin deh dpt kamar dan makan,gratis deh..
kebetulan sepupuku juga kuliah di UKSW. nih klo perlu emailku:ernarwati2@yahoo.com

STR said...

Bro, kapan-kapan kalo mau ke Salatiga dan nggak punya tumpangan boleh hubungi aku. Tapi bukan numpang di tempatku, cuma ntar ku bantu cari tumpangan. Hehe ...

Boleh kontak aku di sini:
http://www.orangmuda.com/contact

mainkatakataku said...

Kamu bikin aku kangennn ma kota kecilku ini.. sejuknya, damainya... duh... salatiga...

Anonymous said...

Lam kenal mas bud,aku mo nanya travelNa ntu apa yg dr yk ke sala3...ak tiap minggu ke sala3 tp blm tau nama travel yg kesala3 biasana naek bus nusantara teyus ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ ツ º°˚˚°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º sblmna..

Bobby @ Salatiga said...

Nice story!!!
Terkadang memang kita harus be prepared, ada Plan A, Plan B.
Saya menemukan blog Anda ketika mencari info tentang travel ke Salatiga.
Ternyata memang susah, travel cuman ada satu yang Saya tahu untuk tujuan ke Salatiga dan jamnya ngak tentu tergantung adanya penumpang.