Semuanya Serba Duit

|

Sebel juga nich kalau sedang mengurus sesuatu yang berhubungan dengan dokumen-dokumen kependudukan karena pasti berkaitan dengan lembaga pemerintahan dan tentunya akan berakhir pada urusan duit :( Ya gitu dech, ujung-ujungnya duit alias UUD. Mungkin memang benar ini adalah UUD / undang undang dasar yang memang berlaku di lapangan.
Ngurus KTP, Kartu Keluarga, dan SIM aja bisa menguras isi dompetku. Semuanya butuh pelicin untuk memperlancar kerja dari oknum aparat-aparat ini. Kinerja oknum aparat-aparat ini seperti sebuah mensin bobrok yang sering ngadat. Dibawa kerja sedikit udah macet-macet dan ngadat. Setiap kali kerja harus selalu dipantau, dimonotoring, dan diberi pelumas.
Quo Vadis Indonesia?

2 comments:

Anonymous said...

Bud tidak di pemerintahan, di swanta di tempatmu kerjapun juga serba duit, hanya caranya lebih halus, bagaimana dengan spp di tempatmu yang mahal, apakah itu sesuai dengan ongkos produksi ?
I know, dosen dan karyawan butuh gaji, tetapi apa semua spp itu untuk gaji ? bagaimana untuk masyarakat tak mampu, bisa gak kuliah di tempatmu, pasti kamu bilang ada beasiswa ? berapa persen pendapatan yayasan untuk beasiswa ?
Adanya pungutan, adanya korupsi karena adanya ketidakadilan. Solusinya ? Lakukanlah keadilan dan kebenaran sekecil apapun dalam kamu bertidak tanpa ambil resiko dibenci, dan tularkanlah ke sekitarmu, biarlah gerakan keadilan dan kejujuran mewabah sebagai virus yang menjalar ke semua orang. Itu evolusi, cara tercepat, bom atom negeri ini, hehehe...bercanda

kamu kenal aku.

Boedy said...

Ini memang permasalahan yang sangat memprihatinkan di Indonesia. Pendidikan sudah menjadi salah satu komoditi bisnis. Secara pribadi aku sendiri sangat merindukan bila suatu saat setiap warga negara Indonesia dapat mengenyam pendidikan tanpa harus dikenakan biaya yang menjerat leher. Karena menurutku pendidikan merupakan hak asasi bagi setiap manusia sebagai makhluk yang beradab. He3..idealis memang kelihatannya. Tetapi memang seharusnya demikian, untuk dapat mewujudkan kehidupan yang ideal tentunya kita harus menularkan bennih-benih idealisme pada masyarakat kita :)

He3.. kalau aku kenal kamu berarti kamu juga kenal aku donk :D
Tetapi kalau kamu mode nya anonymous dan aku mode nya public access berati kamu kenal aku tetapi aku gak kenal kamu :)
Seseorang dikatakan mengenal lawan biacaranya ketika seseorang dapat mendeskripsikan secara jelas identitas dari lawan biacaranya. Lalu apakah dalam kasus ini aku layak untuk menyendang status "kenal" kamu? Dengan kondisi bahwa nama mu pun aku tidak tahu :p