Pentingnya Memahami Latar Belakag Masalah (KP/TA)

|

Beberapa hari yang lalu aku sempat bertugas untuk melakukan seleksi proposal pengajuan judul KP (Kerja Praktek) dan TA (Tugas Akhir). Dari sejumlah proposal yang diajukan, secara pribadi aku cukup senang karena memang ada beberapa di antaranya berisi ide dan solusi kreatif perihal implementasi suatu teknologi yang memang belum pernah terpikirkan sebelumnya olehku. Dari sini aku jadi berkesempatan untuk mempelajari ide-ide segar melalui mahasiswa. Tidak selamanya mahasiswa belajar dari dosen, adakalanya juga seorang dosen dapat belajar dari mahasiswanya :)
Tetapi terkadang aku pun harus menemui beberapa kasus yang cukup membuatku sedih. Beberapa di antara proposal yang diajukan tidak disusun dan dihasilkan dari suatu proses analisis yang dalam. Nampak sekali proposal pengajuan judul tersebut disusun secara asal dan sembrono, seolah setiap proses bisnis yang berjalan pada suatu instansi akan selalu dapat berjalan lebih baik dengan mengimplementasikan suatu sistem berbasis teknologi informasi.
Sewaktu kucoba menanyakan lebih lanjut seputar permasalahan apa yang sebenarnya terjadi selama menjalankan proses bisnis "manual", hampir selalu jawaban yang muncul menyatakan bahwa semua proses yang berlalan "manual" tanpa bantuan sistem berbasis teknologi informasi selalu tidak efektif, tanpa dapat menjawab dan mejabarkan letak dari ketidakefektifan tersebut. Padahal kalau mau ditelaah dengan baik sebenarnya justru seseorang harus memahami terlebih dahulu proses bisnis macam apa yang sedang berjalan saat ini dan permasalahan-permasalahan apa saja yang muncul selama proses bisnis tersebut berjalan. Dari situ barulah dicoba untuk merancang suatu usulan perbaikan yang menghasilkan suatu proses bisnis yang baru di mana untuk mengimplementasikannya membutuhkan suatu sistem berbasis teknologi informasi. Sehingga di sini sistem berbasis teknologi informasi yang dirancang tidak hanya berperan sebatas pada pencatatan data saja tetapi terlebih lagi sebagai pemrosesan data sehingga sistem ini dapat menghasilkan berbagai laporan yang berisi informasi penting yang dapat digunakan oleh institusi terkait untuk mengevaluasi kinerjanya dan juga membantu institusi tersebut dalam membuat rancangan strategis terkait dengan program pengembangan institusional.
Sangat disayangkan karena acapkali analisis semacam ini tidak muncul pada hampir kebanyakan proposal judul yang diajukan. Beberapa mahasiswa selalu berasumsi bahwa sistem manual selalu lebih buruk dari sistem otomatis (sistem berbasis teknologi informasi) tanpa bisa menjelaskan alasannya secara spesifik.
He3... untuk membantu menggiring mahasiswa pada pemahaman ini aku sempat memberikan statement semacam ini: "Kalau Anda diminta untuk memilih, Anda lebih senang pacaran secara manual atau secara virtual?". Dan jawabannya selalu: "kalau urusan ini sich lebih enak secara manual pak". Ha3... :p

1 comments:

Denny -Tan- said...

mulai merasakan KP dari sisi yang berbeda ya bud? anyway... sedikit tanggapan. Ketika didunia kerja, aku sebagai perancang sistem dan kepala implementasi, kita memang tau komputerisasi pasti lebih unggul dari pada manual.. tapi yan harus dipikirkan adalah jika sistem mengalami kegagalan, bagaimana seorang SA merancang jalur khusus atau penanganan masalah yg mungkin timbul. dan 1 hal lagi... sebuah kemajuan dibuat diupayakan memberi benefit yang tinggi dan efisiensi penggunaan yang tinggi juga... lebih bagus kalo lebih repot ya harus dipikirkan ulang... tapi kalo dapat advantage tapi gak usah ngapa2in pasti semua orang mau..
ok bro... tetep maksimal aja... cara pandang seseorang pasti akan berubah... dan aku tau kalo seorang BUDI pasti bisa membimbing mahasiswa untuk meningkat lebih lagi...

Kind Regards
Denny